Tutorial Laravel 12 Inertia dan Vue JS #3 Install Laravel 12

Belajar cara membangun aplikasi fullstack modern menggunakan Laravel 12, Inertia.js, dan Vue JS. Dalam paket belajar ini, kita akan belajar langkah demi langkah mulai dari fundamental, instalasi hingga deployment, lengkap dengan praktik studi kasus dalam membuat aplikasi web modern.

✅ Telah dilihat 3124 kali

Rating: 5.00 ⭐

... 10 June 2025, 10:28

  Setup Project Laravel 12 dengan Breeze, Inertia, dan Vue


Jika kita ingin membangun aplikasi web modern berbasis Laravel 12 dengan tampilan interaktif dari Vue.js, menggunakan Inertia.js sebagai penghubungnya, maka kombinasi Laravel Breeze + Inertia + Vue adalah pilihan yang tepat. Namun, sebelum memulai, ada beberapa software pendukung yang perlu disiapkan, di antaranya:

 

  1. PHP 8.2 atau lebih baru (Laravel 12 membutuhkan minimal PHP 8.2)
  2. Composer
  3. Node.js & npm
  4. MySQL atau database lainnya (opsional untuk setup awal)

Install Project Laravel 12

Untuk menginstal Laravel versi 12, jalankan perintah berikut di Command Prompt atau Terminal:

composer create-project laravel/laravel:^12.0 laravel-inertia-vue

Tunggu hingga proses instalasi selesai. Tampilan akhir akan terlihat seperti berikut:

img

Setelah proses instalasi selesai, masuk ke direktori project Laravel yang baru saja dibuat:

cd laravel-inertia-vue

img

Install Laravel Breeze


Setelah berada di dalam direktori project Laravel, langkah selanjutnya adalah menginstal Laravel Breeze. Breeze adalah starter kit resmi dari Laravel yang menyediakan fitur autentikasi dasar, seperti:

 

  1. Login
  2. Register
  3. Lupa password
  4. Verifikasi email

Jalankan perintah berikut untuk menginstalnya:

composer require laravel/breeze --dev

img

Kemudian, install stack Inertia + Vue dengan perintah berikut:

php artisan breeze:install vue

Perintah ini akan langsung mengatur semua file yang dibutuhkan, seperti: auth (login, register), routing, komponen Vue, dan layout dasar yang dijembatani oleh Inertia.

img

Setup Database & Migrasi


Secara default, Laravel akan menggunakan SQLite untuk database. Karena kita akan menggunakan MySQL, kita perlu mengubah pengaturan di file .env. Silakan buka file tersebut dan ubah menjadi seperti berikut:

img img

DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=laravel_inertia_vuejs
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=

Selanjutnya, buat database baru di MySQL dengan nama laravel_inertia_vuejs, sesuai dengan yang ada di file .env.

img

Jika database sudah dibuat, jalankan perintah migrasi awal:

php artisan migrate

Jika koneksi database berhasil, hasilnya akan terlihat seperti ini:

INFO  Preparing database.

  Creating migration table ............................................................................... 7.39ms DONE

   INFO  Running migrations.

  0001_01_01_000000_create_users_table .................................................................. 37.39ms DONE
  0001_01_01_000001_create_cache_table ................................................................... 5.49ms DONE
  0001_01_01_000002_create_jobs_table ................................................................... 26.81ms DONE

Ini menunjukkan bahwa proses migrasi database berhasil dilakukan.

Jalankan Project


Setelah instalasi dan konfigurasi selesai, jalankan server Laravel dengan perintah:

php artisan serve

Kemudian, jalankan perintah berikut untuk meng-compile aset frontend dan mengaktifkan hot reload:

npm run dev

Apa Itu Hot Reload?


Saat kita menjalankan npm run devVite (tool bawaan Laravel 12 untuk frontend) akan memantau perubahan pada file JavaScript, Vue, dan CSS.

Artinya, setiap kali kita menyimpan perubahan di file Vue atau Tailwind CSS, browser akan otomatis me-refresh atau menyuntikkan perubahan tanpa perlu reload manual. Fitur ini sangat membantu dalam proses pengembangan karena lebih cepat dan efisien.

img


Oke, pada episode berikutnya, kita akan mempelajari struktur folder resources/js di Laravel + Inertia + Vue. Sampai jumpa!

Daftar eBook